Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 1.2
Menggunakan Model 4F (Facts, Feelings, Findings, dan Future.)
Peristiwa
Memasuki minggu ketiga dalam program guru penggerak angkatan 7 kabupaten bolaang mongondow Selatan, kini diperhadapkan dengan materi baru pada modul 1.2 Tentang nilai dan peran guru penggerak. Seperti biasanya pembelajaran menggunakan alur merdeka, dimulai dari diri, dengan membuat diagram trapesium usia, yang terdiri dari hal positif dan negatif yang dialami sejak usia Sekolah Dasar hingga sekarang.
Kemudian dikaitkan dengan nilai dan peran guru penggerak. Selanjutnya melanjutkan pembelajaran pada eksplorasi konsep yang memperdalam pemahaman tentang nilai dan peran sebagai guru penggerak, Mempelajari mengenai cara kerja otak manusia , tahap perkembangan manusia, Motivasi , kebutuhan dasar, Diagram Gunung es dan dikaitkan kembali dengan peran guru penggerak. setelah belajar mandiri kami kemudian dikelompokkan dalam ruang kolaborasi untuk berbagi pemahaman sesama calon guru penggerak dan dilanjutkan dengan tugas mandiri demonstrasi kontekstual hingga memantapkan pemahaman melalui elaborasi oleh instruktur.
Perasaan
Dalam mempelajari modul ini saya tetap bersemangat Walaupun dengan jadwal kegiatan yang padat baik disekolah maupun kegiatan diluar. Hal ini semakin membuat saya lebih tertantang untuk dapat mempelajari modul ini dengan baik, dan saya bersyukur berada ditengah tengah orang hebat dan baik yang selalu peduli dan mengingatkan tugas. Walaupun saya sempat kecewa dengan diri saya sendiri karena tidak dapat memanajemen waktu dengan baik , sehingga beberapa tugas terlewatkan .Akan tetapi saya tetap berjuang untuk tetap menyelesaikan sesuai waktu yang diminta.
Pembelajaran
Modul 1.2 ini merupakan suatu proses berkesinambungan dengan modul 1.1 . Pada modul ini banyak hal yang saya pelajari bahkan beberapa diantaranya sudah dilakukan tanpa menyadarinya. Pembelajaran pertama pada modul ini adalah membuat trapesium usia Awalnya saya tidak mengerti maksud trapesium usia ini, menulis hal hal yang sudah saya lupakan dan kubur dalam-dalam seakan mengingatkan kembali kejadian kejadian dimasa lampau. Hingga saya memahami bahwa Trapesium usia ini membuat kita menjadi lebih reflektif , dengan meningkatkan kejadian positif dan negatif di masa lalu agar kita dapat memastikan murid kita tidak mengalami hal yang sama.
Pada Modul ini saya memahami bahwa terdapat sebuah nilai yang menjadi landasan bagi setiap kepentingan yang kita kenal nilai kebajikan universal , yang kemudian dikaitkan dengan nilai nilai yang sudah ada dalam diri dan dikuatkan melalui nilai yang ada dalam guru penggerak. Olehnya itu manusia dapat bergerak sesuai nilai dan keyakinan yang dimiliki . Selain itu cara kerja otak manusia sangat berpengaruh 4 bagian yang dikenal dengan 3-in-1 (Triune)” , dimana otak reptil dan mamalia yang cenderung berpikir cepat dan otak manusia dan primata cara berpikir lambat dan sangat perlu dibiasakan dalam pengambilan keputusan atau bertindak.
Selanjutnya pemenuhan atas lima dasar kebutuhan dan motivasi intrinsik (dari dalam diri ) , motivasi ekstrinsik (dari luar) yang mempengaruhi cara berpikir dan bertindak menjadi manusia yang merdeka yang perilaku didasarkan atas pilihan -pilihan sendiri untuk mencapai Profil Pelajar Pancasila yang kesemuanya berakar pada falsafah Pancasila: (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia; (2) Mandiri; (3) Bergotong-royong; (4) Berkebinekaan global; (5) Bernalar kritis; (6) Kreatif.
maka dari setiap perilaku didorong oleh cara berpikir , nilai yang diyakini hingga menunjukkan nilai guru penggerak yang berpihak pada murid, mandiri, kolaboratif, inovatif dan reflektif.
lalu bagaimana menumbuhkan perilaku melalui diagram identitas gunung es?, Perilaku yang nampak hanya bagian kecil yaitu 12 persen dan dapat disadari dan di alam bawa sadar masih terdapat 88 persen dan semuanya dipengaruhi lingkungan. Melalui nilai guru penggerak guru harus menuntun , sehingga menunjukkan keberpihakan murid , kolaboratif hingga kreatif dengan melakukan pembiasaan/pengkondisian melalui keteladanan dan aturan yang konsisten. Dalam perubahan lingkungan yang lebih baik akan merubah setiap perilaku menjadi karakter.
Future
Setelah mempelajari modul ini, saya menjadi lebih paham mengenai nilai dan peran sebagai guru penggerak. Sebenarnya selama ini nilai nilai itu sudah tergambar dalam diri sebagai calon guru penggerak. Sehingga kedepan perlu dikuatkan agar dapat menjadi orang yang bermanfaat untuk pemimpin pembelajaran di sekolah dan lingkungan sekitar.Maka dari itu menguatkan nilai dan peranan guru penggerak harus saya terapkan di sekolah, Menjadi teladan bagi rekan sejawat, melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada murid selain itu lebih reflektif , mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang terjadi.
Menggali potensi bakat murid yang selama ini terpendam sesuai diagram gunung es, menguatkan sifat dan karakter murid untuk mencapai profil pelajar pancasila dengan menuntun murid sesuai kodrat keadaan dengan tetap membangun motivasi murid yang berasal dari dalam diri (intrinsik).Maka dari itu menjadi pemimpin pembelajaran yang selalu kreatif dan inovatif menghadirkan pembelajaran yang menarik bagi murid untuk mencapai well being