Webinar Kolaborasi dengan Duta Teknologi dengan melaksanakan webinar langsung memalui Pltaform Merdeka mengajar PMM Grop 10 Pembatik sulawesi Utara
Kegiatan dihadiri oleh Ferry amos Slat Duta Teknologi Sulut Tahun 2019 , yeremia tambajong ,washinton silaen dan saya sendiri Salehuddin
Teknologi telah mengubah cara kita belajar secara mendasar. Dalam era digital ini, pendidikan telah bermetamorfosis menjadi pengalaman yang lebih dinamis, terjangkau, dan dapat diakses dari mana saja. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran telah memberikan banyak keuntungan. Salah satu aspek utama teknologi dalam pembelajaran adalah aksesibilitas. Dengan adanya platform pembelajaran online, siswa dapat mengakses materi pelajaran, tugas, dan sumber belajar kapan saja dan di mana saja. Ini sangat menguntungkan bagi siswa yang memiliki keterbatasan geografis atau fisik. Selain itu, teknologi juga telah memungkinkan penggunaan metode pembelajaran yang lebih interaktif. Misalnya, penggunaan video, simulasi, dan permainan edukasi membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit dengan cara yang lebih menarik. Platform daring juga memfasilitasi kolaborasi antar-siswa secara global melalui proyek bersama atau diskusi daring, memperkaya pengalaman pembelajaran.
Pada kesempatan ini, Pak Yeremia Tambajong berbagi praktik baik mengenai pemanfaatan Google Workspace for Education. Google Workspace for Education adalah platform yang kuat untuk membantu pendidik dan siswa dalam mengelola tugas, berkolaborasi, dan berkomunikasi secara efisien. Dalam presentasinya, Pak Yeremia mungkin telah menjelaskan cara mengoptimalkan alat-alat yang tersedia di dalam Google Workspace for Education, seperti Google Classroom, Google Drive, dan Google Meet, untuk mendukung pembelajaran jarak jauh dan kolaborasi antara guru dan siswa. Sementara itu, Pak Wahsinton berbagi praktik baik dalam pemanfaatan akun Belajar ID dalam pembelajaran. Akun Belajar ID adalah platform yang telah dikembangkan untuk membantu pendidik dan siswa di Indonesia dalam memfasilitasi pembelajaran daring. Dalam presentasinya, Pak Wahsinton mungkin telah menjelaskan bagaimana akun Belajar ID dapat digunakan untuk mengakses berbagai sumber daya pendidikan, tugas, dan informasi yang diperlukan untuk pembelajaran. Keduanya berkontribusi dalam memberikan wawasan kepada peserta tentang cara menggunakan teknologi dalam pendidikan, terutama dalam konteks pembelajaran jarak jauh yang semakin relevan di masa sekarang. Praktik baik yang dibagikan oleh keduanya dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan guru lainnya untuk lebih efektif dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran.
Pada kesempatan yang sama, saya kembali berbagi informasi tentang awan pelajar sebagai salah satu alat yang memungkinkan pembelajaran berbeda menjadi lebih mudah diimplementasikan. Sebelumnya, ketika menggunakan beragam sumber belajar, seringkali guru mengalami kesulitan dalam mengelola kelas. Namun, dengan adanya awan pelajar, kita dapat mengintegrasikan semua sumber belajar dalam satu platform. Hal ini memungkinkan guru untuk mengelola kelas dengan lebih baik, sehingga dapat memberikan variasi dalam proses pembelajaran. Salah satu contoh penerapan awan pelajar adalah dalam memuat pembelajaran sosial emosional. Dengan memanfaatkan teknologi, guru dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung perkembangan aspek sosial dan emosional siswa. Selain itu, awan pelajar juga memungkinkan guru untuk fokus memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Dengan fitur-fitur yang tersedia dalam awan pelajar, guru dapat memberikan dukungan yang lebih personal kepada setiap siswa, memastikan bahwa mereka mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Pemanfaatan awan pelajar ini adalah contoh konkret tentang bagaimana teknologi dapat menjadi alat yang bermanfaat dalam menghadapi tantangan dalam pendidikan. Ini bukan hanya tentang mengelola sumber belajar, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif, berfokus pada perkembangan holistik siswa. Dengan teknologi ini, guru dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya dan bervariasi, serta mendukung pertumbuhan siswa dalam berbagai aspek kehidupan
Kegiatan ini dihadiri oleh 25 peserta dengan 16 orang yang mengisi daftar hadir
Dokumetasi Kegiatan
Daftar Hadir Peserta