Narasumber Berbagi Praktik Baik Angkatan 3 PMM.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara NSBPB angkatan 3 Dengan Balai Guru Penggerak Provinsi Sulawesi Utara. BGP kembali terlibat sebagai upaya untuk membantu daerah dalam Transformasi Pembelajaran
Kegiatan Berlangung selama 3 Jam dimulai pukul 19:30 -22:30 tanggal 17 Oktober 2023 dengan dan diwebinarkan langsung melaui PMM dengan menggunakan Kombel MGMP IPA Sebagai Penyelenggaran webinar di platfom Merdeka belajar. Webinar kali diberi judul Binolos Ubi Bete (BINcang kOLabOraSi Untuk Berbagi Inovasi pemBelajaran bErbasis TEknologi) .
Turut hadir dalam kegiatan bapak kepala balai Guru Penggerak Arianto batara, S.P ., M.Pd dalam sambutanya beliau menekankan bahwa teknologi hanya berupa alat , fungsi guru tetap menjadi fasilitator selama proses belajar mengajar.Pesan ini sangat relevan dalam era teknologi yang terus berkembang. Meskipun alat-alat teknologi seperti komputer, tablet, atau perangkat seluler dapat memberikan akses ke informasi yang luas, peran guru sebagai pemandu dan pengarah tetap tak tergantikan. Guru masih memiliki tanggung jawab untuk membimbing siswa, memberikan konteks, memfasilitasi diskusi, dan memotivasi siswa untuk belajar.
Bapak Kepala Balai Guru Penggerak memberikan pengingat yang berharga bahwa teknologi harus digunakan dengan bijak dan sejalan dengan tujuan pendidikan. Penggunaan teknologi harus mendukung peran guru sebagai fasilitator, bukan menggantikannya. Pesan ini memotivasi kita untuk tetap menjadikan pendidikan berpusat pada siswa, dengan guru sebagai penuntun yang mendukung pengembangan potensi siswa dalam dunia yang semakin terhubung dan terdigitalisasi.
Selain dulu turut hadir dalam kolaboras kami yaitu bapak fredinandus takalamingan berbagi tentang Google Lens, Bu vica tentang Augmented Reality , pak yofan wowok menjelaskan metode roling coster dalam interasi TIK, Bu Clara berbgai tentang pemanfaatn Google Workspace For education. Selian itu saya sendri berbagi praktik baik tentang model pembelajaran Based Learning (PBL) yang berangkat dari masalah kontekstual yang yang dialami murid. Model PBL ini terintarasi dengan berbagi media / sumber belajar yang beragam disesuiakan dengan gaya belajar murid.
Selain saya, beberapa narasumber yang turut hadir dalam kolaborasi kami adalah. Selain itu Bu meylan kandow Selaku duta Teknologi Kemdikbudristek Tahun 2022 mengingkatkan untuk selalu menubuhkan budaya kolaboratif untuk mencapai tujuan Bersama
Bapak Ferdinandus Takalamingan: Beliau berbagi pengetahuannya tentang Google Lens, sebuah teknologi yang dapat mengenali dan memberikan informasi tambahan tentang objek dalam dunia nyata melalui penggunaan kamera ponsel pintar. Pengetahuan ini menjadi tambahan yang berharga dalam konteks penggunaan teknologi di pembelajaran.
Ibu Vica: Ibu Vica membahas topik Augmented Reality (AR), sebuah teknologi yang memungkinkan penyisipan elemen-elemen virtual ke dalam dunia nyata. Diskusi tentang AR sangat relevan dalam konteks pengembangan metode pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Pak Yofan Wowok: Pak Yofan menjelaskan metode "roling coster" dalam interaksi TIK. Metode ini mungkin menjadi cara yang menarik untuk memahami penggunaan teknologi dalam pembelajaran, dengan perjalanan yang penuh tantangan dan kegembiraan.
Ibu Clara: Ibu Clara berbagi tentang pemanfaatan Google Workspace for Education, alat yang dapat mempermudah guru dan siswa dalam mengelola tugas, berkolaborasi, dan berbagi informasi secara efisien.
Selain narasumber tersebut, saya juga turut berbagi praktik baik tentang model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning - PBL). PBL ini berfokus pada penggunaan masalah kontekstual yang dialami oleh siswa sebagai titik awal pembelajaran. Model ini terintegrasi dengan berbagi beragam media dan sumber belajar, yang disesuaikan dengan gaya belajar siswa. Hal ini memungkinkan pembelajaran yang lebih relevan dan menarik, serta memperkuat kolaborasi dalam proses pembelajaran.
Kolaborasi tersebut sangat berharga dalam meningkatkan pemahaman dan penggunaan teknologi dalam konteks pendidikan, serta menginspirasi para peserta untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif.
31 Peserta bergabung selama sesi berbagi