SMP Negeri Sinombayuga merupakan sekolah yang telah menjalankan program IKM Secara Mandiri pada tahun 2022. Tahun ini berdasarkan hasil refleksi kepala sekolah IKM kami telah naik ke tingkat yang lebih tinggi, dari pendekatan 'mandiri belajar' sebelumnya menjadi 'mandiri' berubah sepenuhnya. Perubahan ini mengharuskan kami untuk menyesuaikan kurikulum 2013 ke dalam penerapan penuh Kurikulum Merdeka, khususnya untuk kelas VII.
Dalam upaya mendorong budaya belajar berbasis Kurikulum Merdeka, salah satu strategi utama yang kami terapkan adalah memaksimalkan Komunitas Belajar di Sekolah (KBS). KBS telah menjadi ujung tombak bagi guru-guru kami dalam berbagi praktik-praktik terbaik, termasuk yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Kegiatan ini tidak hanya berlangsung satu kali, melainkan dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.
Dengan adanya KBS, guru-guru dapat berkolaborasi, berbagi pengalaman, dan terus mengembangkan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Hal ini memastikan bahwa kami dapat memberikan pendidikan yang lebih relevan dan inovatif kepada para siswa, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dalam dunia yang semakin terkait dengan teknologi.
Perubahan menuju Kurikulum Merdeka dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bukanlah tugas yang mudah, tetapi melalui KBS dan semangat kolaborasi, kami yakin bahwa kami dapat mencapai tujuan ini dengan sukses. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman.
Salah satu teknologi pembelajaran yang kami aktifkan adalah integrasi Chromebook dalam model pembelajaran berbasis Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PBL). Chromebook telah menjadi alat yang sangat berharga dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kolaboratif, dan relevan bagi para siswa.
Dengan Chromebook, siswa dapat mengakses sumber daya pembelajaran online dengan mudah, mencari informasi yang relevan, dan berkomunikasi dengan rekan-rekan mereka. Model PBL memungkinkan siswa untuk belajar dengan mengeksplorasi masalah dunia nyata dan mencari solusi, dan Chromebook menjadi alat yang sangat berguna dalam proses ini.
Selain itu, kami juga mengintegrasikan Chromebook dalam model pembelajaran Project-Based Learning. Siswa dapat menggunakan Chromebook untuk mengembangkan proyek-proyek kreatif mereka, seperti membuat presentasi multimedia, desain grafis, atau bahkan mengembangkan situs web. Ini memberikan mereka kesempatan untuk mengasah keterampilan teknologi dan presentasi yang sangat penting di dunia yang semakin terdigitalisasi.
Integrasi Chromebook dalam PBL dan PBL bukan hanya tentang penggunaan teknologi semata, tetapi juga tentang mengembangkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kolaborasi. Ini adalah langkah penting dalam mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di masa depan yang sangat terkait dengan teknologi.
Peserta 17 Guru SMP Negeri Sinombayuga